Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Jalin Sinergi Bersama Awak Media,Kodim 0736/ Batang Gelar Coffee Break

Batang,harianfajar.com
Tak hanya bersinergi dengan jajaran Forkopimda dan seluruh kalangan masyarakat, Letkol Inf Ahmad Alam Budiman yang mulai bertugas sejak 18 Juni 2022, sebagai Dandim 0736/Batang pun berupaya menjalin kemitraan dengan rekan media di Kabupaten Batang.

Kegiatan Coffee Break dan Insan Jurnalistik yang dikemas santai, membuat suasana akrab itu dirasakan oleh puluhan rekan media yang hadir di Aula Makodim 0736/Batang, Jumat (5/08/22).

Dandim mengatakan, media sangat berperan penting dalam mensosialisasikan seluruh kinerja jajaran Kodim Batang, sehingga masyarakat mengetahui secara gamblang kegiatan yang dilakukan TNI selain tugas perang.

“Setelah bergabung bersama grup Mitra Kodim, saya bisa melihat langsung informasi – informasi positif seputar kegiatan Kodim Batang yang dikabarkan rekan-rekan media. Terima kasih atas segala informasi yang rekan media publikasikan,” ungkapnya.

Selain itu, Kodim Batang memiliki tugas ganda yakni membantu Pemda dalam penanganan masalah pangan, dengan melakukan penanaman jagung yang seluruh hasilnya nanti diberikan kepada masyarakat.

Permasalahan stunting yang belum tertangani secara maksimal pun menjadikan Kodim memiliki kewajiban yang sama untuk berupaya menekan bahaya stunting.

“Saya sangat kaget, ternyata dari 5.783 balita, ada 661 balita yang dikategorikan stunting,” bebernya.

Ia (Dandim) juga menegaskan, apabila penanganan stunting tidak maksimal, dikhawatirkan akan sangat berpengaruh ke tingkat kecerdasan anak.

Hal lain yang masih dicemaskan masyarakat adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti ternak berkuku belah seperti kerbau, sapi dan kambing.

“Walaupun daerah yang paling rawan PMK di Jawa Timur, bukan berarti kewaspadaan kita berkurang,” tegasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batang, Kutnadi juga mengatakan, sinergi sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Sebagai jurnalis tentu memiliki sudut pandang masing-masing dalam mengartikan sebuah peristiwa.

“Tapi perbedaan itu bisa dikemas dengan kebersamaan. Dan di sinilah kita menjalin kebersamaan dengan terus berkomunikasi yang baik antara Dandim dengan rekan media,” tandasnya. Kita tidak boleh membedakan antara PWI dan PWO yang terpenting, kita sama-sama berjalan sesuai koredor sebagai insan jurnalis, “tandas Kutnadi”.

(Pen-0736/Hr)