Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

PS : Putri Saya Meninggal Dunia, Diduga Dampak Dari Obat Yang Diberikan Bidan.

KAMPAR (RIAU), Harianfajar.com _

Seorang bayi warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berusia empat bulan hembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Prima Pekanbaru, Provinsi Riau.

Naas yang dialami bayi ini (terduga korban) diduga kuat akibat mengkonsumsi tiga jenis obat obatan yang diperoleh dari praktik bidan berinisial AH.

Hal itu dikatakan orang tua korban, PS (Initial). Menurut PS, putri nya yang masih berusia empat bulan menghembuskan nafas terakhir di RS Prima Pekanbaru setelah menjalani perawatan medis selama dua hari.

PS mengatakan, naas yang dialami terduga korban berawal Rabu lalu (2/3/22), saat itu almarhum putrinya dibawa ke Rumah Sakit Prima guna menjalani perawatan setelah mengalami kelainan usai mengkonsumsi obat obatan dari praktik bidan berinisial AH.

” Hari Rabu pagi (2/3) isteri saya membawa almarhum ke seorang Bidan bernama AH untuk berobat, lalu Bidan memberikan tiga jenis obat-obatan untuk dikonsumsi putri saya dengan ukuran satu sendok teh. Setelah diberi obat putri saya tidur. Kurang lebih empat puluh lima menit tidur, putri saya bangun dan mengalami kelainan. Badannya membiru dan kondisinya lemah. Mengetahui hal itu putri saya langsung dibawa ke Rumah Sakit menggunakan ambulance Desa, ” terang PS, Sabtu (5/3/22).

Diterangkan PS, saat putrinya ditangani medis, ia bersama isterinya ditanyai pihak Rumah Sakit setelah ditemukannya cairan berwarna hijau di lambung putrinya.

” Dokter menanyai kami apa yang telah diberikan dikonsumsi putri saya karena telah ditemukan cairan berwarna hijau di lambungnya. Menjawab pertanyaan Dokter isteri saya mengatakan telah memberikan obat obatan yang diperoleh dari seorang bidan. Saat kami menunjukkan ketiga jenis obatan itu, pihak Dokter mengatakan obat tersebut tidak selayaknya diberi kepada putri saya, ” kata PS.

Di tempat terpisah, Bidan AH pemilik praktik tempat obat diperoleh ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. AH mengaku benar telah memberikan sebanyak tiga jenis obat obatan untuk dikonsumsi terduga korban.

Ditanya terkait teknis dan kelayakan pemberian obat, AH tidak memberi keterangan dan meminta agar dirinya jangan diganggu.

” Maaf pak jangan ganggu saya, kalau bisa kita ketemuan saja pak, ” jawab AH kepada media.

Written : (Anar)
Publish : Redaksi .