Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Diduga, Salah Satu Kadus Desa Kuala Trang Gunakan Ijazah Palsu

HARIAN FAJAR | Nagan Raya

– Salah seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Kuala Trang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya bernama inisial SD diduga gunakan Ijazah palsu (bodong) sebagai persyaratan sesuai Regulasi menduduki jabatan perangkat Desa.

Informasi tersebut berhasil dihimpun awak media Harianfajar.com dari sumber laporan masyarakat Desa Kuala Trang terkait indikasi dugaan memiliki, menyimpan dan menggunakan dokumen disinyalir palsu tersebut oleh oknum Kadus tersebut secara sengaja.

Menurut informasi diperoleh dari laporan warga setempat Kadus diduga gunakan ijazah palsu tersebut diindikasi ditunjuk langsung oleh Keuchik Desa Kuala Trang sebagai Kadus pengganti, dimana Kadus sebelumnya yang ditunjuk juga (bukan mekanisme pemilihan) telah mengundurkan diri.

Salah seorang warga Desa Kuala mengatakan, proses pengangkatan perangkat Desa harus sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 67/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa serta turunannya, dan ada Perbup dimasing-mading daerah.

“Oknum inisial SD, dalam hal ini telah melakukan dugaan menyimpan dan menggunakan ijazah disinyalir palsu guna menduduki jabatan sebagai salah satu aparatur Pemerintahan Desa (Pemdes) Kuala Trang dan mempetoleh honor bersumber dari anggaran Negara,” Selasa (24/8).

Ironisnya, sambung salah satu warga pihak oknum Pemdes Kuala Trang diduga sengaja tidak selektif atas penggunaan ijazah disinyalir palsu tersebut oleh oknum SD, dan dalam hal ini seharusnya sangat bertanggung jawab adalah Pj. Keuchik Desa setempat.

Warga meminta kepada pihak hukum terkait agar mengusut dugaan perbuatan melanggar hukum tersebut diduga dilakukan oknum nama inisial SD beserta para oknum di Pemerintahan Desa Kuala Trang diduga bekerjasama menjadikan SD sebagai Kadus tanpa verifikasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Nagara ini.

Oknum SD, menjawab konfirmasi awak media ini via Telepon Selulernya dengan rasa grogi serta terkesan agak plin-plan, ia menanyakan dari mana mendapatkan nomor Telepon Selulernya, dan mengajak awak media bertemu.

“Saya Sekolah SD di Lueng Mane, SMP di Banda Aceh, dan SMA ikut ujian persamaan, saya ikut jadi Kadus ditunjuk Pak Keuchik, karena tidak ada warga lain yang gantikan jabatan Kadus sebelumnya yang mengundurkan diri,” katanya.

Selanjutnya, oknum nama inisial SD mengatakan diri ditunjuk olrh Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat bersama Keuchik sebagai Kadus di Dusun tersebut.

“Ijazah SD dan SMP sudah kena Tsunami, ijazah asli SMA(Persamaan) ada dikantor Desa,” jawab oknum SD dengan nada grogi.

Beberapa warga setempat saat dihubungi awak media ini terkait dugaan ijazah palsu oknum SD, mengatakan pihak sekolah asal ijazah yang dpegang oknum SD mengatakan bahwa ijazah tersebut diduga palsu.

Keterangan dari Kepala SMAN 3 Kecamatan Kuala sesuai dokumen ijazah diduga palsu beralamat di Desa Padang Panyang Masyitah, S. Pd saat dikonfirmasi pihak media Harianfajar.com mengatakan, menurut diverifikasi ijazah tersebut diduga palsu, sebelah satunya beda, sebelahnya lagi beda tahunnya.

“Tolong bawakan ijazah yang asli ke Sekolah agar kita buktikan secara sesuai data di Sekolah, seperti katanya pak Malik, tahun tersebut diperkirakan masih kuliah, belum jadi PNS, dan mengenai leges juga kami chek nama-namanya sesusi tahun tersebut juga tidak ada nama tersebut,” jelas Masyitah, S. Pd.

Sementara Pj. Keuchik Desa Kuala Trang Sansil Bahri belum dapat terhubung guna mendapatkan keterangan dan penjelasannya terkait pengakuan oknum nama inisial SD tersebut.

Meskipun pemberitaan ini telah diterbitkan, awak media menunggu keterangan dari pihak Keuchik Desa Kuala Trang guna melengkapi informasi yang detil persoalan terkait serta berimbang.*

Laporan : E. Subhan