Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Warga Tuntungan Diteriaki “Monyet” Sewaktu Melawati Jembatan Pulo Sari

Harian Fajar,(Medan,10/04)

Merasa kecewa karena tidak bayar sewaktu melewati jembatan syarifuddin (Nama Samaran)warga Tuntungan yang hendak ke rumah sakit karena keluarganya operasi kepala di Medan di teriaki “monyet” oleh pengutip uang di jembatan Pulosari, Desa Durian Jangak
,Kec. Pancurbatu,Kab.Deli Serdang.
“Miris rasanya jalan yang merupakan milik negara hari ini dikuasai oleh sekelompok masyarakat.
Setiap pengendara yang lewat disodorkan keranjang dimintai uang dan kalau tidak diberi mereka sering ejek ungkapanya.
Sebagaimana diketahui jembatan Pulosari itu amblas karena dampak banjir lebih kurang 4 bulan yang lalu, masyarakat yang setiap hari melewati jembatan tersebut merasa bingung karena sampai saat ini belum dikerjai juga.
Dalam keterangan nya, Supardi yang merupakan tokoh masyarakat meminta kepada pihak terkait untuk tanggap terhadap kesusahan masyarakat, jangan terkesan melakukan pembiaran. Jembatan itu merupakan fasilitas vital bagi masyarakat Desa Tuntungan 1 dan 2 dan yang lainnya untuk keluar baik untuk bekerja atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dan begitu juga sebaliknya masyarakat luar juga sering melintasi jembatan tersebut, sebab di Tuntungan itu ada fasilitas umum seperti Unversitas Islam Negeri(UIN) dan Puskesmas Pancurbatu yang terletak di Tuntungan 1, ungkapnya.