Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Gandeng LDNU, Kodim Sintang Canangkan Kajian Rutin

Sintang – harian fajar

Membangun pondasi keimanan dan ketaqwaan personel, Kodim 1205/Sintang menggelar pengajian perdana yang dikerjasamakan dengan Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dalam hal ini Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kab. Sintang, di Masjid Syuhada, Sintang, pada Rabu malam, (07/04/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan. Sebagai peserta pengajian adalah sejumlah personel kodim dan jamaah Masjid Syuhada.
Dalam sambutannya, Dandim memaksudkan acara tersebut sebagai permulaan pengajian yang direncanakan menjadi agenda rutin mingguan. Selain itu, Dandim juga menjelaskan tujuannya adalah sebagai langkah penuntutan ilmu pengetahuan agama yang merupakan kewajiban bagi setiap pemeluk agama (Islam) sejak dalam buaian hingga ke liang lahat.

Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan.
Yatim piatu yang umum difahami sebagai tidak beribu bapak, juga logis dilekatkan pada person yang tak memiliki cukup kefahaman ilmu agama, sehingga kurang memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan.
Menyadari urgensi keilmuan bagi kehidupan manusia, yang kemudian menjadi hukum wajib bagi setiap manusia untuk menuntut ilmu, Dandim menggandeng LDNU yang dipandang sebagai fihak paling kompeten dalam melakukan transfer keilmuan. Hal tersebut bak gayung bersambut, Kyai Saiful Anam, S.Pd.I., selaku Ketua PCNU Kab. Sintang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Iman, Tebelian, Sintang, menjelaskan tentang metode pembelajaran ala NU. Metode yang dimaksud yakni pembelajaran secara terstruktur, komprehensif, ilmiah, adaptif dan bersanad (keterjaminan kemurnian ilmu yang bersumber berurut dari ulama, 4 imam madzhab, tabiit tabiin, tabiin, sahabat, Rasululloh SAW, Malaikat Jibril dan Alloh SWT).

Dandim mengajak untuk beragama secara cerdas, ilmiah dan adaptif, sebaliknya kebodohan dalam beragama akan berpotensi menimbulkan ekstrimisme. Beragama tidak cukup dengan hanya memiliki semangat, namun juga dengan keilmuan yang benar dan terhadap situasi dan kondisi yang sedang berlaku. Jika telah didasarkan pada keilmuan yang benar, maka keberagamaan akan menghasilkan output standarnya, yakni memanusiakan manusia.

“Sembari terus menuntut ilmu sebagai landasan ilmiah berkehidupan, mari kita wujudkan sinergi umara, rakyat dan ulama dalam melanjutkan perjuangan memajukan negeri dan kemanusiaan,” pungkas Dandim.

pendim 1205