Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Pekon Gunung Megang (BK) Kusnadi seorang pemuda (Perjaka), di usia 32 Tahun dideagnosa oleh Dokter akibat “Tegangan Syaraf Terlalu Tinggi” mengalami mata buta sejak tahun 2015 berobat Kerumah sakit telah dilakukan tetapi hasilnya tetap nihil. Jum’at (25/12/2020)

Tanggamus,harian fajar

Kusnadi saat di komfirmasi oleh awak media ke- kediamannya jumat siang, berujar terkait masyalah penyakit yang dideritanya, dari nya di ketahui hal ini telah berlangsung selama lima tahun.

Bermula pada saat ia pulang bekerja di salah satu perusahan yang ada di Djakarta, pada bulan November tahun 2015 silam “berawal waktu saya kerja di Djakarta, kala itu saya bekerja di suatu perusahaan konstruksi, pada saat pulang kerja (di-kontrakan) selesai cuci muka saya melihat lampu dan langsung berkunang-kunang, melihat ke-arah lain gelap gulita, disitulah awal saya merasakan ada kejanggalan pada mata,” terang Kusnadi singkat.

Rohaya (Ibu) dari kusnadi, merasa sedih amat dalam, atas penyakit mata yang di derita anaknya, dengan waktu yang sangat lama ini, “jangan kan untuk berobat anak saya kerumah sakit, buat makan sehari-hari, kami pun masih kekurangan kalau tiada kiriman dari anak perempuan yang kerja pembantu rumah tangga di Djakarta, kami juga akan kemana bisa makan,” keluhnya.

Kusnadi, anak ke 4 dari 7 bersaudara ini merasa pasrah atas penyakit yang dideritanya. Namun si ibunya tidak putus asa, dengan kondisi ekonomi serba kekurangan serta tanpa ada biaya untuk berobat. Dan walau pun bukan kerumah sakit, dia bawa anak nya kepengobatan alternatif mungkin itulah yang bisa ia lakukan sebagai se-orang ibu, ia sangat mengharapkan kesembuhan bagi anaknya.

Dari pengakuan nya selama ia terkena buta mata, pernah berobat kesalah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Pringsewu, yang diagnosa tegangan syaraf, “saat itu dikatakan oleh Dokter, karena Tegangan Syaraf terlalu tinggi,” katanya.

Riswan