Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Press Release Terkait Saksi Palsu Pilkada Kobar Tahun 2010 Di MK Angkat Bicara

Palangka Raya,harianfajar.com Kalteng – Pemilukada Gubernur Kalteng Tahun 2020 telah usai dan berlangsung dengan aman dan kondisif. Namun ada saja dari pihak – pihak tertentu yang tidak merasa puas dengan hasil Real Count dari berbagai lembaga survei yang diumumkan, hal ini yang menimbulkan polemik dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat.

Dalam hal ini salah satunya yang membuat 14 orang dari 68 orang mantan saksi palsu untuk Ujang Iskandar di MK pada Pilkada Tahun 2010 dulu di Kabupaten Kotawaringin Barat angkat bicara pada jumpa pers di Palangkaraya, Rabu (16/12/ 2020) pukul 12.00 WIB.

Mereka menyampaikan semua keluh kesah derita, sampai dua orang diantara mereka harus ditahan dengan putusan vonis 6 tahun  mendekam di penjara tanpa ada bantuan pengacara tuk mendampinginya.

Seperti yang dialami oleh salah seorang ibu yang bernama Ratna, “Anak saya harus berhenti bekerja demi merawat Nenek nya yang sudah tua menggantikan ibunya yg ditahan dan ibu Ratna Mutiara harus kerja mengambil upahan mencuci piring di Mabes , tidak pernah dibesuk atau dibantu sama sekali oleh Ujang Iskandar , mereka merasa hina dan berdosa dengan kesaksian palsu yang sudah diatur atau direncanakan tim Ujang Iskandar, dengan banyak janji yang sangat manis, bahkan uang saya pun Rp.500.000.000,- yang di pinjam untuk Pilkada saat itu sampai sekarang belum dibayar lunas dicicil sedikit demi sedikit, “ujarnya.

Pesan moril yang ingin kami sampaikan kepada semua masyarakat Kalimantan Tengah supaya tidak menjadi korban politik dengan berbagai macam janji – janji manis apa lagi diminta menjadi saksi palsu, “Cukup pengalaman pahit yang sudah kami rasakan menjadi pembohong, kami di tampung selama dua bulan didalam satu buah rumah di kasih pelatihan setiap hari dari pagi sampai malam untuk bersaksi di MK,  68 orang yg bersaksi ini semua diajarkan untuk bersaksi bohong semua, “tegas Kusniadi. (Fabianus)