Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Calon Petahana Pekon Talang Rejo kembali terpilih untuk ketiga kalinya pada Pilkakon.

Tanggamus -harian fajar

Calon petahana, Helmi, kembali terpilih menjadi Kepala Pekon (Kakon) pada pemilihan kepala pekon (Pilkakon) Talang Rejo, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Rabu (16/12/2020).

Helmi (calon nomor urut 3) yang kembali terpilih untuk ketiga kalinya menjadi Kepala Pekon Talang Rejo ini berhasil mengalahkan dua calon lainnya, yakni Rintoko (calon nomor urut 2), dan Suharti (calon nomor urut 3).

Pantauan di lapangan, pemungutan suara pada Pilkakon Talang Rejo dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan di dua tempat pemungutan suara (TPS), masing-masing di Dusun I (depan Masjid Al-Hidayah), dan Dusun II di Balai Rakyat Pekon Talang Rejo.

Sedangkan proses rekapitulasi (penghitungan) suara dimulai pukul 13.00 WIB dipusatkan di TPS 1 di halaman Masjid Al-Hidayah dipimpin langsung Ketua panitia Pilkakon Talang Rejo, Suparman, disaksikan Pj Kakon Talang Rejo, Ismail, aparat TNI/Polri, dan tim pemantau Kejaksaan Negeri Tanggamus serta saksi masing-masing calon dan masyarakat.

Hasil rekapitulasi suara, colon petahana, Helmi meraih 357 suara, disusul Rintoko dengan 218 suara, dan Suharti  dengan 40 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 235 suara.

“Dari 986 daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkakon Talang Rejo kali ini, sebanyak 850 pemilih menggunakan hak pilihnya, dan sebanyak 136 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya,” kata ketua panitia Pilkakon Talang Rejo, Suparman.

Menurut Suparman, dari 136 warga yang tidak menggunakan hak pilihnya tersebut disebabkan warga bekerja diluar Tanggamus. “Yang tidak memilih itu warga yang bekerja diluar Tanggamus, mereka tidak pulang karena Covid-19,” katanya.

Sementara Pj Kepala Pekon Talang Rejo, Ismail menyesalkan banyaknya suara tidak sah (rusak) pada Pilkakon Talang Rejo 2020. “Bayangkan saja, suara tidak sah di Pilkakon Talang Rejo ini diurutan kedua sebanyak 235 suara, dari calon suara terbanyak, Helmi,” kata Ismail.

Menurut Ismail, hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi akibat panitia baru menerima logistik dua hari menjelang Pilkakon. “Ga ada waktu untuk sosialisasi,” katanya. Riswan