Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

DITANYA TERKAIT DANA BOS SANTI LEBIH MEMILIH BUNGKAM DAN MENOLAK DIAMBIL GAMBAR

Lampung Tengah (Harianfajar.com) ——

Bermula dari dugaan penyimpangan Dana Bos yang di dapat dari temuan oleh beberapa media online,, wartawan Harianfajar.com dan rekan media lain menyambangi sekolah Pangudi luhur untuk mengklarifikasi temuan tersebut, Selasa, (21/7/2020).

Kepala Tata Usaha (TU) Yanti mewakili Kepala Sekolah SMK Pengudi Luhur Seputih Mataram Santi menolak memberikan pernyataan terkait temuan penyimpangan dana bos yang diduga dilakukan pihak sekolah untuk memperkaya diri sendiri dan staffnya.

Bahkan Yanti sempat menghalang halangi rekan wartawan untuk mengambil gambar sekolah Pangudi luhur, ” Saya tidak mengizinkan untuk mengambil gambar sekolah ini. ” Ujarnya.

Bahkan setelah dijelaskan oleh rekan media bahwa itu adalah tugas wartawan untuk memberitakan dan mengambil gambar terkait objek yang akan diberitakan ibu Yanti tetap ngotot untuk menghalangi wartawan untuk mengambil gambar.

Tindakan semacam itu tak sejalan dengan Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menegaskan, untuk menjamin kemerdekaan Pers, dalam hal itu pers sendiri mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarkan gagasan dan informasi.

Pelarangan liputan sendiri dapat diancam pidana sesuai Pasal 18 ayat 1 UU Pers, yang menyatakan “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. (Gita)