Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Akibat Aturan Sepihak Pengelolah Bandara Tjilik Riwut, Penumpang Lion Air Meninggal

PALANGKA RAYA, harianfajar.com
Calon penumpang Lion Air di Bandara Udara (Bandara) Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya dikabarkan meninggal dunia setelah ditolak pihak maskapai dan pihak Kesehatan Bandara dengan alasan tidak jelas.

Almarhum bernama Elisabeth (45) Palangka Raya menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Awalnya, almarhum bersama suami dan satu anaknya mau pulang kampung untuk berobat menggunakan tiket Lion Air. Pada saat Cek In dan pemeriksaan kesehatan Elisabeth ditolak ikut berangkat tanpa disampaikan alasan yang jelas dan terkesan pihak kesehatan di Bandara Tjilik Riwut membiarkan dan tidak ada upaya untuk menyarankan kepada calon penumpang untuk rawat di Rumah sakit yang terdekat dengan Bandara Tjilik Riwut. merasa sang istri tidak bisa berangkat Melly Dematan(45) (suami) dan anaknya menunda keberangkatan akibat peraturan yang minim sosialisasi.

Setelah itu, buruh karyawan perkebunan sawit berangkat ke Sampit dan diperjalanan Elisabeth dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian, jenazah almarhum diantarkan pulang menggunakan pesawat Lion Air juga, namun tanpa didampingi suami atau pihak keluarga dengan alasan kursi penumpang sudah penuh.

Pihak keluarga pun menyayangkan dengan sikap pihak Lion Air karena sudah beberapa kali mendapat perlakuan tidak baik oleh pihak maskapai.

Mely (Suami Elisabeth) mengatakan, anehnya saat kami mau berangkat pertama sudah mencantumkan surat Rapid Test dari dokter dan dinyatakan negatif. Namun maskapai tetap tidak membolehi berangkat dan tanpa disampaikan alasan yang jelas.

“Kami sekeluarga menyayangkan sikap maskapai, hingga istri saya pun meninggal dunia”. Ungkapnya.

Mely menambahkan, istri saya sudah meninggal pun, tetap dipersulit yaitu penerbangan jenazah tidak diperbolehkan didampingi pihak keluarga termasuk suami.

“Padahal kami bayar. Apakah tidak ada hati nurani mereka, orang sudah meninggal ajak masih seperti ini”. Sebut pria kelahiran Kupang ini dengan raut muka yang sedih.

Pihak maskapai penerbangan Lion air ketika di konfirmasi oleh awak media harianfajar.com menjelaskan melalui Humas Lion air bahwa yang membatalkan penumpang berangkat itu bukan Pihak maskapai penerbangan Lion air melainkan Pihak KKP atau pelayanan kesehatan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Lanjutnya,Pihak Lion air Punya komitmen untuk Refund Uang tiket,tentunya berkoordinasi dengan Agen penjualan tiket dan prosesnya sesuai dengan ketentuan yakni untuk Ibu Elisabeth di kembalikan 💯 persen untuk dua orang yaitu Suami sama anaknya di kembalikan 50 persen,”Pungkas Danang. (Fabianus)