Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

*SUAP MEDIA DAN LSM MUNCUL SPEKULASI OKNUM TFL DIDUGA DALANGI KORUPSI DANA BSPS TAHUN 2020*

Lampung tengah (Harianfajar.com) —-

Pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS 2020 ) diduga dikorupsi oknum Tenaga Fasilitator Lapangan , Yang Mencoba Suap Media dan LSM. Hal Ini Menjadi Pertanyaan Besar Koalisi Tim Investigasi.

Pasalnya Bantuan Padat Karya Tunai Bersumber Dari Dana APBN 2020 Dengan Nilai Pagu Anggaran 15 juta Pertitik diseluruh Provinsi Indonesia, Salah Satunya di Lampung. Tepatnya di Kabupaten Lampung Tengah, Hal Ini Yang di Duga Menjadi Lahan Basah Oknum Bermental Koruptor.

Dikutip Dari Narasumber ( x ) Yang Enggan Namanya di Sebut Menyampaikan Secara Eksklusif Kepada Tim Media dan LSM, ” Kebetulan Adik Saya Dapat di Kampung Muji Rahayu, disitu Adik Saya Mendapat 15 juta Pada Program Tersebut, Akan Tetapi Tenaga Pendamping Mengatakan Anggaran itu 12,5 juta Untuk Beli Material , 2,5 juta Untuk Tukang ” kata Sumber Dirumah Beliau Beberapa Waktu Lalu.

Diperluas Sumber Mengungkapkan ” Yang Menjadi Janggal Dalam Pikiran Saya, Mekanisme Seperti Terkondisi Untuk Proposal, Memang Seperti Tidak Adanya Persiapan Sebelumnya dan Musyawarah Secara Dadakan , Material Sudah diarahkan ke Toko Pamong Setempat, Jadi Mau Tidak Mau Adik Saya Nurut Mas, Karena SDM Orang Kampung Tau Sendiri ” Ungkap Sumber.

Sumber Menegaskan “Rumah Adik Saya Itu Dari Pasangan Batu Hanya Satu Saja , Lantai Tidak diselesaikan, Lebih Parahnya Lagi Pemasangan Bata Tidak Rapi Seperti Tidak Adanya Pengelotan, Basing Basing Mas Asal Ada Bukti Fisiknya ” Tegas Sumber Sambil Meminum Kopi.

Sumber Meminta Kepada Tim Investigasi ” Sampean Harus Telusuri Secara Detail itu “Kongkalikong Aparat Kampung Dan Pendamping Saya Yakin Itu ” Kalau Untuk Berapa Material Yang diterima Nanti Saya Telpon Adik Saya , Cuma Terakhir Adik Saya Katakan Bahasa Pendamping, Material Yang Diterima Itu Yang Dikerjakan Yang Penting Rumah Jadi Mas, Itu Bahasa Adik Saya ” Ujar Sumber.

Mendapatkan Laporan Dari Narasumber Tim Koalisi Investigasi Mencoba Menemui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman ( PERKIM ) Yang Membidangi Terkait BSPS , NOVRIDA Kasi Perumahan Menjelaskan ” Kampung Muji Rahayu Dan Gayau Sakti itu Dana APBN, Kami Dinas Sifatnya Hanya Mendampingi Secara Tekhnis, Coba Tanyakan Pendamping Itu Ada Mas (H) Dan (M) Coba Temui Saja Bicarakan Baik-Baik, Masak Tidak Selesai Dengan Komunikasi” Singkat Kasi Diruang Kerjanya. ( 04/10/20 )

Keesokan Harinya Tenaga Fasilitator Lapangan (H) & (M) Dijumpai Ditoko Toserba Sekitar Pukul 16 .00 Dengan Nada Yang Lirih Dan Santun Dengan Tim Koalisi Investigasi Untuk Tidak Menaikan Pemberitaan Tersebut, “Sudah Mas Kita Enak Enakan Saja, Buat Apa Berita Jelek Atau Buat Berita Bagus Sambil Memaksa Media dan LSM Untuk Mengambil Uang Yang Disodorkan Terlihat Warna Merah Muda.( 05/10/20 )

Dari Keterangan Narasumber Sudah Sangat Nampak Jelas Adanya Dugaan Indikasi Pengondisian Secara Sistematis Pada program BSPS 2020. Bila Mengacu Juknis Tupoksi TFL Selain Mendampingi Tekhnis, Harusnya Sifatnya Lebih Intens Mengawasi, Bukan Malah Terkesan Menjadikan Lahan Basah Untuk Meraup Keuntungan Yang Melibatkan Pamong Setempat, dan Hal ini Dapat Dikhawatirkan Merugikan Uang Negara, Apalagi ke Penerima Manfaat Yang Digelontorkan Kementrian PUPR, Kira Kira Apa Tanggapan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Dinas PERKIM Provinsi Lampung?? Ikuti Terus Harianfajar.com. ( TEAM )