Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

PLD Gunungbatu : Tidak Ada Mark Up Harga Sembako, Dijamin ..!!

Pandeglang, Harian Fajar

Pelaksana kegiatan penyaluran bantuan keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Tahun Anggaran 2020 senilai Rp.50.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk warga Desa gunungbatu Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten membantah pemberitaan yang beredar dari beberapa media online terkait adanya dugaan mark up harga sembako.

Arsim sebagai pelaksana kegiatan penyaluran sembako saat dikonfirmasi mengatakan penyaluran bantuan sembako dari provinsi sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan sesuai komoditinya berdasarkan petunjuk teknis dari Provinsi.

“Bantuan keuangan dari Provinsi untuk Desa Gunungbatu sebesar Rp.50 juta itu digunakan untuk penanggulangan dampak Pandemi Covid-19 senilai Rp.45 juta berupa paket sembako dengan nominal Rp.200.000,- /paket dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 225 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ungkapnya Arsim yang juga sebagai Operator Desa saat ditemui di Kantor Desa Gunungbatu Sabtu (17/10/2020).

Sedangkan sisa anggaran Rp.5 juta digunakan untuk honor operator dan PLD sebanyak Rp.3 juta dan honor RT/RW yang ikut dalam realisasi penyaluran sebesar Rp.2 juta jadi totalnya Rp.50 juta, imbuhnya.

Realisasi Banprop itu sudah sesuai dengan RAB dan standar satuan harga (SSH) dengan rincian sebagai berikut : Beras premium Rp.10 ribu /kg, Gula pasir Rp. 20 ribu /kg, Minyak goreng 2 liter Rp. 25 ribu/pcs, Ikan sarden kaleng 15 ribu/kaleng, Mie instan Rp. 2.500/bks, teh celup Rp.5000/box, dan biscuit Rp.12.500 /pack dan harga diatas tersebut belum termasuk PPN 10 % sebesar Rp.4.500.000,- dan PPH 22 1,5 % Rp. 675.000,-

Soal pajak ini kami berpatokan pada Banprov tahun sebelumnya jadi tetap kami antisipasi dan juknisnya tetap sama dan khawatir berimbas pada Pencairan Banprov tahun 2021 mendatang,” terang Arsim didampingi Ata Kusmana Kades Gunungbatu dan Apipudin PLD Gunungbatu.

Adapun rincian isi paket sembako untuk warga itu antara lain : Beras 5 Kg, Gula pasir 1 Kg, Minyak Goreng 2 liter, ikan Sarden 3 kaleng, Mie Instan 10 Pcs, Teh Celup 2 box dan Biskuit 2 Pak dan sebelum dibagikan sudah di jelaskan kepada seluruh KPM mengenai rincian item sembako yang didapat KPM dan sudah sesuai RAB yang ditentukan.

“Bisa kita hitung sama-sama, pagu anggaran Rp.45.000,- memang benar jika di bagi ke 225 KPM hasilnya Rp.200.000,- tapi kan ada pajak PPH 10 % Kemudian di kurangi lagi PPH 21 yaitu 1,5 % maka jika di hitung dari nilai Rp. 45. 000,- jadi sisa anggaran hanya Rp. 39.825.000,- kemudian kita bagi 225 KPM hasilnya Rp. 177.000,- /KPM,” jelas Pelaksana Kegiatan Banprop Desa Gunungbatu.

Lebih lanjut dikatakannya, kami kira sudah sesuai dalam penyalurannya jika ada ada yang menghitung hanya Rp.167.000,- berarti ada selisih Rp 10.000,- hal itu mungkin ada kekeliruan yang menyebutkan beras 5 liter padahal itu kan 5 kilogram dan di RAB harganya adalah Rp. 50.000 namun analisa mereka Rp.40.000,- “paparnya.

Dari situ saja sudah pas, jujur ya pak.., dari bantuan ini tidak ada keuntungan, kami sehari semalam ronda di Kantor Desa untuk makan minum saja dari kantong sendiri, dan belum lagi biaya kemas dan plastik kami pinjam ke Kas Desa tapi demi masyarakat Desa Gunungbatu dan para KPM kami kerja secara ikhlas,” tuturnya santai.

Sementara Apipudin, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa gunungbatu yang turut hadir dalam acara pembagian sembako sebagai Pengawas kegiatan Banprop tahun 2020 mengatakan realisasi sudah sesuai RAB.

“Banprop di Desa Gunungbatu adalah Desa yang pertama merealisasikannya di Kecamatan Munjul dan alhamdulillah menurut saya, itu sudah sesuai RAB acuan dari Provinsi dan saya membantah jika ada kabar adanya mark up harga.

Menurutnya, apa yang disampaikan Arsim selaku Pelaksana Kegiatan penyaluran Banprov itu benar adanya dan saya menjamin tidak adanya mark up harga.

“Saya berjanji akan terus mengawal setiap program dan kegiatan di Desa Gunungbatu,” pungkasnya. (Red).