Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Perempuan di Video ‘Seks Gangbang’ Garut Gugat Pasal Pornografi ke MK

Jakarta – harian fajar

Masih ingat kasus ‘seks gangbang’ yang sempat menghebohkan warga Garut? Perempuan berinisial V yang menjadi pemeran di video itu mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan meminta Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dihapus.
“Menyatakan Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat,” demikian pinta V dalam permohonan yang dilansir website MK, Jumat (1/10/2020).

V sendiri divonis 4 tahun penjara dengan UU Pornografi. Adapun pasal yang digugat V berbunyi, ‘setiap objek dilarang dengan sengaja atau pas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi’.

V memberikan kuasa kepada Haris Azhar. Haris menilai Pasal 8 UU Pornografi membuka ruang kriminalisasi berlebihan terhadap perempuan.

“Norma Pasal 8 UU Pornografi jauh dari upaya perlindungan perempuan, bahkan berpotensi merugikan perempuan,” ujarnya.

Lebih tegas Haris memaparkan, bila objek sebagai pelaku, sering berbenturan dengan kenyataan mereka adalah korban. Dia berpendapat harus ada pemisahan yang jelas antara pelaku dan korban dalam hal produksi serta distribusi konten pornografi.

“Dalam konteks memproduksi, maka talent/model yang merupakan perempuan atau anak digolongkan sebagai korban. Sementara dalam konteks distribusi, korban pembuatan produk pornografi dapat menjadi pelaku jika ia terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, perlu ada ketegasan dan pemisahan dalam hal pengertian pelaku dan korban dalam konteks produksi dan distribusi produk pornografi,” ucapnya.

Permohonan ini sudah didaftarkan di MK. Kini, permohonan tersebut sedang menunggu proses penomoran perkara.