Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

di duga kelalaian dalam melaksanakan tugas hingga menyebabkan kamatian seorang anak kecil.

LAMPUNG TIMUR,harian fajar


Tragis nasib Almarhumah gadis berusia 8 bulan yang berinisial VC putri dari pasangan Ribut Widodo dan Sumiati Warga Kampung Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono
hendak berobat, berujung maut.

Yang lebih terpukulnya bagi kedua orang tua VC, sampai janazah pulang, pihak Rumah Sakit (RS) tidak menjelaskan penyakit apa yang diderita Almarhumah.

Kuat dugaan telah terjadi Malpraktek oleh pihak RS. AKA Medikal Sribhawono.

Pasalnya, VC yang menurut keluarga hanya mengalami sakit panas saja, oleh keluarga akhirnya VC dibawa ke RS. AKA Medikal Sribhawono, Sabtu 26/09 sekitar pukul 11: 00 Wib, siang.

Setelah sampai VC mendapatkan perawatan medis oleh pihak RS AKA Medikal Sribhawono.

Dalam perawatan oleh RS. AKA Medikal Sribhawono, panas yang dialami VC sudah agak turun.

Tetapi tidak lama pihak RS kembali memberikan cairan dengan cukup banyak, selang beberapa menit, napas VC seperti sesak lalu kejang – kejang, beber orang tua VC.

Spontan pihak medis di RS. AKA Medikal Sribhawono menyarankan keluarga untuk merujuk VC ke RS. Abdoel Moeloek atau RSUD. Sukadana.

Karena melihat keadaan VC yang mengkwatirkan akhirnya, keluarga meminta dirujuk ke RSUD. Sukadana, karena jarak tempuh nya dekat, sebab keadaan VC semakin parah.

Sesampai di RSUD. Sukadana, pasien ditangani, pihak RS menyarankan keluarga untuk mendatangi Palang Merah Indonesia (PMI) untuk meminta asupan darah.

Betapa kagetnya orang tua pasien setelah sampai di PMI dan meminta darah, justru dimarah oleh pegawai PMI. ‘Bapak ini bagaimana, tadi pagi pasien atas nama CV sudah dikasih satu kantong darah, kok ini minta lagi,’ emang dibawa kemana darah yang diberikan tadi, jelas Ribut Widodo menirukan pegawai PMI yang kala itu bicara dengan nada keras.

Sedang yang diketahui orang tua VC sejak dirawat oleh RS. AKA Medikal Sribhawono, pasien tidak diberi asupan darah, seperti yang disampaikan oleh pihak PMI.

Setelah mendapatkan satu kantong darah dari PMI, pasien yang telah dirujuk ke RSUD Sukadana, barulah diberikan darah.

Setelah melalui proses perawatan oleh RSUD. Sukadana, sekitar pukul 05:00 Wib pagi, Minggu 27/09, VC sudah tidak lagi bernyawa.

Pihak keluarga sangat terpukul atas kejadian yang merenggut nyawa putrinya, karena penyakit putrinya tidak dijelaskan pada kedua orang tua nya, bahkan hasil laboratorium dan rontgen pun tidak diberikan, oleh RS. AKA. Medikal Sribhawono.

Saat hendak diminta keterangan nya, Rabu 30/09 di RSUD. Sukadana, dr. H.Ranto. M.P.,Sp.A, M.Sc. Poly Anak tidak ada ditempat.

Menurut keterangan pihak medis yang ditemui didepan ruangan Poly Anak, menjelaskan ‘Pak Anto sudah pulang ke metro,’ kata perawat.

Disambangi kembali, Kamis 01/10, dr. Ranto tidak ada.

Dari keterangan direktur RSUD. Sukadana mengatakan, setiap keluarga pasien wajib mengetahui penyakit yang diderita pasien.

Hanya saja lihat situasi dan kondisi, kalau lagi sibuk atau repot menangani pasien, tentunya pihak medis belum bisa memberikan informasi.

Terkait dengan kejadian yang menimpa pasien VC, selaku direktur RSUD. Sukadana masih akan mengumpulkan tenaga medis yang menangani hal tersebut, ‘nanti diberi kabar kembali,’ kata direktur.

Terpisah, dari keterangan pihak pelayanan yang bertugas bagian pendataran di RS. AKA Medikal Sribhawono, Kamis 01/10, meminta untuk menunggu bagian management, kata staf.

Namun setelah ditunggu cukup lama, pihak management akhirnya mau memberikan keterangan. bahwa pasien mengalami penyakit (Gangguan pernapasan, )

Pasien juga, terdampak gizi buruk sebab berat badan nya hanya 5 kg saja, sedangkan usianya 7 bulan.

kalau pihak RS. AKA Medikal Sribhawono sudah menyampaikan pada keluarga pasien, ‘mungkin pihak keluarga pasien tidak ngeh dengan keterangan dari dokter,’ jelas Wahyu diruang kerjanya, Kamis 01/10.

Dia juga kaget kalau pihak RSUDSukadana tidak memberikan penjelasan pada keluarga pasien, ucapnya.

Ditambahkannya, mengenai darah yang diberikan oleh PMI itu, saat dirujuk itupun dibawa oleh perawat yang mendampingi ke RSUD