Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Kejagung Juga Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim.

Jakarta – 

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas perkara dugaan suap terkait red notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri. Berkas dikembalikan karena dinyatakan belum lengkap.

“Iya dikembalikan. Ya ada syarat formil atau materiil yang harus dilengkapi. Kalau tidak salah kemarin,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri (Ditipikor) Brigjen Djoko Poerwanto mengatakan pihaknya baru menerima berkas hari ini. Djoko mengatakan pihaknya akan mempelajari kekurangan berkas tersebut.

“Bantu doa. Karena P-19 itu, diawali di 18, bahwa kasus perkara yang kita kirimkan di tahap satu belum lengkap, dan tindak lanjutnya adalah petunjuk secara formil dan materiil. Kami baru terima tanggal 11 hari ini. Kami akan pelajari. Bismilah, kita menjawab P19 yang sudah dikeluarkan Kejaksaan,” kata Djoko di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri melimpahkan berkas kasus red notice terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung pada Kamis (3/9).

“Sudah, sudah dilimpahkan tahap satu kemarin,” kata Hari Setiyono saat dihubungi , Kamis (3/9).

Dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan dua tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi. Sedangkan dua penerima suap adalah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.Red