Harian Fajar

Mengungkap Fakta & Peristiwa

Diusung Koalisi , PDIP Daftar Pilkada Boyolali Besok.

Boyolali – 

Pasangan yang diusung PDIP, M Said Hidayat-Wahyu Irawan, akan mendaftar Pilkada Boyolali 2020 besok. Pasangan ini didukung mayoritas parpol yang menduduki kursi DPRD Boyolali.

Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto, mengatakan pihaknya akan mendaftarkan M Said Hidayat-Wahyu Irawan pada hari Jumat besok. Pendaftaran akan dilakukan pada pukul 13.30 WIB. Sebelum berangkat ke KPU, rombongan berkumpul dari Panti Marhaen, kantor DPC PDIP Boyolali.

“Daftar ke KPU Boyolali pada hari Jumat tanggal 4 September 2020,” kata Paryanto kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, dalam pendaftaran itu pihaknya juga tidak akan membawa pendukung yang banyak.

“Karena di masa pandemi, kami tidak membawa masa banyak. Cukup pasangan bakal calon yang kami usung, dan ketua, sekretaris, serta dua orang LO,” kata Paryanto.

Diketahui, M Said Hidayat-Wahyu Irawan diusung oleh PDIP yang bermodal 35 kursi di DPRD Boyolali. Serta Partai Golkar (4 kursi), PKB (2 kursi), Gerindra (1 kursi). Dan ditambah dua parpol di luar legislatif, NasDem dan PPP. Hanya satu partai yang tidak mendukung jago PDIP itu, yakni PKS yang memiliki 3 kursi.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali membatasi orang yang bisa masuk ke ruangan pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Hal ini terkait dengan kapasitas ruangan dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona atau COVID-19.

“Ada pembatasan personil yang bisa masuk, yaitu hanya ketua dan sekretaris (dari Partai pengusul), pasangan calon, dan LO (penghubung) dua orang,” kata Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, hari ini.

Kemudian, dari Bawaslu juga dibatasi hanya dua orang saja. Sedangkan dari KPU, yakni lima orang ditambah dari kesekretariatan KPU dengan jumlah terbatas.

KPU Boyolali menyiapkan tempat penerimaan pendaftaran pasangan balon bupati-wakil bupati di ruang lobi. Selain itu di halaman depan juga didirikan tenda dan kursi untuk menampung para pendukung paslon.

“Dari pendukung dan keluarga akan kami siapkan di depan. Sudah kami siapkan tempatnya, tenda dan kursi namun juga terbatas,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya baru menerima pemberitahuan satu pasangan bakal calon yang akan melakukan pendaftaran. Yaitu paslon dari PDI Perjuangan, yakni M Said Hidayat-Wahyu Irawan.

“Protokol kesehatan kita terapkan ketat. Datang cuci tangan dulu, saat masuk ruangan dilakukan cek suhu tubuh dan dokumen kita semprot,” imbuh dia.

Anggota KPU Boyolali, Siti Ulfa, menambahkan memang yang bisa masuk ke lokasi pendaftaran dibatasi. Hal ini terkait dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19. Selain itu juga disesuaikan dengan kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk Paslon juga harus menyerahkan hasil tes swab,” katanya.

Sementara itu, KPU Kabupaten Semarang juga mengingatkan pasangan calon tak melakukan iring-iringan melibatkan banyak orang saat mendaftar Pilkada Kabupaten Semarang. Pendaftaran yang dimulai besok itu harus mengutamakan protokol kesehatan.

“Kalau bisa tak perlu neko-neko, misal menaiki kereta kuda, atau naik kuda. Tak perlu karena menyebabkan kemacetan dan mengabaikan protokol kesehatan,” jelas Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi, dihubungi , Kamis (3/9).

Maskup menjelaskan dalam ruangan pendaftaran nantinya, yang dapat masuk dalam ruangan itu di antaranya bakal pasangan calon, LO, serta ketua dan sekretaris partai pengusung. Sementara lainnya berjaga-jaga di depan gedung KPU Kabupaten Semarang.

“Misal kalau salah satu pasangan diusung enam parpol, maka yang bisa masuk ruangan pendaftaran hanya 15 orang saja,” jelasnya.

Maskup menilai hal tersebut untuk mengaplikasikan protokol kesehatan sesuai PKPU nomor 6 tahun 2020 terkait pilkada di masa pandemi. Meski begitu Maskup mengatakan KPU Kabupaten Semarang menyediakan layar yang menyiarkan suasana pendaftaran bagi iring-iringan yang tak dapat masuk ke ruang pendaftaran.

“Di lantai bawah nanti ada live streaming kondisi pendaftaran, tapi kami batasi juga maksimal 15 orang saja yang bisa masuk di ruangan itu untuk menonton,” katanya.

Peringatan tersebut, jelas Maskup, sudah disampaikan ke masing-masing parpol lewat lisan dan tulisan. Bakal pasangan calon bahkan sudah Maskup telepon secara pribadi.

Maskup juga mengatakan semua bakal pasangan calon harus melakukan tes swab sebelum melakukan pendaftaran di KPU Kabupaten Semarang. Jika hasilnya positif, maka tak diperkenankan datang ke KPU Kabupaten Semarang saat pendaftaran.

Di Klaten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten membatasi hanya 20 orang yang bisa masuk ke kompleks KPU saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Mereka yang masuk juga harus memenuhi protokol kesehatan COVID.

“Sudah kita atur dalam SOP, bahwa yang boleh masuk ke dalam ruang pendaftaran hanya Bapaslon, Ketua dan Sekretaris Parpol Pengusul, LO dan Ketua Tim Kampanye. Masuk halaman kantor maksimal 20 orang,” ungkap Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Klaten Syamsul Huda saat ditemui  di kantor KPU Klaten, Jalan Mayor Kusmanto, Kamis (3/9).

Syamsul mengatakan semua peserta diharapkan mematuhi protokol kesehatan. KPU mengimbau kepada masing tim bapaslon agar saat mendaftar tidak ada pengerahan massa.